Ditulis 28 September 2026 · konsep fitur aplikasi
Limit, market, dan order otomatis di aplikasi sekuritas: apa yang terjadi di balik tombolnya
Aplikasi sekuritas menawarkan makin banyak tombol: limit, market, auto buy, stop loss, trailing stop, bracket, GTC. Semua tombol itu pada akhirnya menghasilkan satu hal yang sama, yaitu order yang masuk ke sistem bursa. Bedanya ada pada kapan order itu dikirim, di harga berapa, dan siapa yang menyimpannya sebelum dikirim.

Order limit: Anda yang menentukan batas harga
Pada order limit, Anda menulis harga maksimum untuk membeli atau harga minimum untuk menjual. Order langsung dikirim ke bursa dan menunggu di antrean. Bila ada lawan di harga itu atau lebih baik, transaksi terjadi; bila tidak, order tetap antre sampai akhir masa berlakunya. Keuntungannya jelas: harga tidak akan melewati batas yang Anda tetapkan. Kekurangannya, order mungkin tidak pernah tereksekusi.
Order market: kepastian transaksi, bukan kepastian harga
Pilihan market di aplikasi dimaksudkan untuk langsung mengambil harga terbaik yang tersedia di antrean lawan. Cara teknisnya bisa berbeda antaraplikasi, jadi baca penjelasan di aplikasi Anda. Yang perlu dipahami adalah dampaknya pada saham yang antreannya tipis. Misalkan antrean jual sebuah saham seperti ini:
| Harga jual yang antre (offer) | Jumlah lot tersedia |
|---|---|
| Rp500 | 200 |
| Rp505 | 100 |
| Rp510 | 300 |
Anda mengirim order beli market sebanyak 450 lot. Order akan menghabiskan 200 lot di Rp500, 100 lot di Rp505, lalu 150 lot di Rp510. Harga rata-ratanya: (200 × 500 + 100 × 505 + 150 × 510) ÷ 450 = 227.000 ÷ 450 ≈ Rp504,44 per lembar, lebih tinggi dari harga Rp500 yang tampak di layar saat Anda menekan tombol. Selisih ini sering disebut slippage.
Order otomatis: pemicu, penyimpanan, pengiriman
Order otomatis atau order bersyarat bekerja dalam tiga tahap. Pertama, Anda menetapkan syarat, misalnya “jual bila harga terakhir turun ke Rp940”. Kedua, syarat itu disimpan di sistem perusahaan efek, bukan di bursa; bursa belum tahu apa-apa. Ketiga, ketika syarat terpenuhi, sistem perusahaan efek mengirim order biasa (limit atau market, tergantung pengaturan) ke bursa.
Nama fiturnya berbeda-beda. Situs KAF Sekuritas menyebut Smart Order, Good Till Order, dan Split Order. Situs YB Sekuritas menyebut Bracket Order, GTC, Trailing Stop, dan Price Alert. Nama sama belum tentu berarti aturan sama, sehingga halaman bantuan di aplikasi Anda tetap menjadi rujukan utama.
| Jenis | Syarat pemicu | Yang dikirim ke bursa |
|---|---|---|
| Auto buy / auto sell harga | Harga terakhir mencapai angka tertentu | Order beli atau jual sesuai pengaturan |
| Stop loss | Harga turun ke batas yang Anda tetapkan | Order jual untuk membatasi kerugian |
| Take profit | Harga naik ke target Anda | Order jual |
| Trailing stop | Harga turun sekian persen dari titik tertinggi sejak order dibuat | Order jual |
| Bracket | Gabungan take profit dan stop loss untuk satu posisi | Salah satu order; yang lain dibatalkan |
| GTC / Good Till Order | Bukan pemicu harga, melainkan masa berlaku | Order dikirim ulang tiap hari bursa |
| Split order | Jumlah besar dipecah | Beberapa order lebih kecil |
Contoh hitungan trailing stop
Anda memegang saham yang dibeli di Rp1.000 dan memasang trailing stop 5%. Harga naik ke Rp1.200, sehingga titik pemicu ikut naik menjadi Rp1.200 × 95% = Rp1.140. Beberapa hari kemudian harga turun ke Rp1.140; syarat terpenuhi dan aplikasi mengirim order jual. Jika saat itu harga bergerak cepat, transaksi bisa terjadi di bawah Rp1.140. Pemicu bukan harga jaminan.
Batas yang jarang dibaca
- Syarat terpenuhi tidak sama dengan tereksekusi; order tetap butuh lawan transaksi.
- Beberapa aplikasi tidak memproses order bersyarat pada sesi tertentu, misalnya pra-pembukaan; cek ketentuannya.
- Harga bisa melompat melewati pemicu, misalnya setelah libur panjang atau pengumuman perusahaan.
- Order bersyarat yang dibuat di satu platform belum tentu terlihat di platform lain milik perusahaan efek yang sama.
- Dana atau saham harus tersedia saat order dikirim; jika tidak, order bisa ditolak.
Sebelum memakai order otomatis pertama kali
- baca halaman bantuan fitur tersebut sampai bagian pengecualian
- uji dengan jumlah kecil dan catat apa yang terjadi
- periksa riwayat order setiap hari, bukan hanya notifikasi
- ingat bahwa semua fitur ini alat eksekusi, bukan alat ramal harga
Data transaksi yang terbentuk dari order-order ini bisa dilihat di ringkasan broker; cara membacanya ada di artikel kode broker. Fitur order di tiap platform kami catat seperlunya di profil Mandiri Sekuritas, BCA Sekuritas, dan MNC Sekuritas.
Tanya jawab singkat
- Apakah order otomatis pasti tereksekusi saat harga menyentuh syarat?
- Tidak. Saat syarat terpenuhi, aplikasi mengirim order biasa ke bursa. Order itu tetap harus menemukan lawan transaksi, dan harganya bisa berbeda dari angka pemicu.
- Apa beda GTC dan order harian?
- Order harian berlaku untuk satu hari bursa. GTC (good till cancelled) atau istilah sejenis seperti good till order disimpan dan dikirim ulang hingga tereksekusi, dibatalkan, atau mencapai batas waktu yang ditentukan aplikasi.